

Langkah Awal Membangun Rumah Tangga
Pernikahan adalah ibadah yang mulia dalam Islam. Bagi pengantin baru, masa awal pernikahan merupakan fase penting untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan rumah tangga. Jika fondasi dibangun dengan benar sejak awal, maka rumah tangga akan tumbuh menjadi keluarga yang harmonis, sakinah, dan penuh keberkahan.
Islam memberikan panduan lengkap agar suami dan istri mampu menjalani kehidupan rumah tangga sesuai dengan tuntunan syariat dan meraih ridha Allah.
1. Meluruskan Niat Pernikahan karena Allah
Langkah pertama membangun rumah tangga islami adalah meluruskan niat. Pernikahan bukan semata-mata untuk kebahagiaan dunia, tetapi juga sebagai jalan ibadah dan ketaatan kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan niat yang benar, setiap aktivitas dalam rumah tangga—mencari nafkah, mengurus rumah, dan mendidik anak—akan bernilai ibadah.
2. Memahami Tujuan Pernikahan dalam Islam
Islam mengajarkan bahwa tujuan pernikahan adalah menciptakan ketenangan dan kasih sayang antara suami dan istri.
Allah berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan, cinta, dan rahmat adalah pondasi utama rumah tangga islami.
3. Menjalankan Hak dan Kewajiban Suami Istri
Pengantin baru perlu memahami bahwa rumah tangga islami dibangun atas keseimbangan hak dan kewajiban. Suami berkewajiban memimpin, menafkahi, dan membimbing keluarga, sementara istri berperan menjaga kehormatan, mengelola rumah tangga, dan mendidik anak.
Allah berfirman:
“Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut.”
(QS. Al-Baqarah: 228)
Saling memahami peran ini akan mencegah banyak konflik dalam rumah tangga.
4. Membangun Komunikasi yang Baik Sejak Awal
Komunikasi adalah kunci keharmonisan rumah tangga, terutama bagi pasangan yang baru menikah. Islam mengajarkan untuk berbicara dengan lemah lembut dan penuh adab.
Allah berfirman:
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.”
(QS. Al-Isra: 53)
Menyampaikan pendapat dengan sopan, saling mendengar, dan menghindari emosi berlebihan akan membantu menjaga keharmonisan rumah tangga.
5. Membiasakan Ibadah Bersama
Ibadah bersama adalah salah satu cara efektif untuk memperkuat ikatan suami istri. Pengantin baru dianjurkan untuk membiasakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa bersama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam lalu shalat dan membangunkan istrinya.”
(HR. Abu Dawud)
Ibadah bersama akan menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam rumah tangga.
6. Saling Bersabar dan Memaafkan
Tidak ada rumah tangga yang bebas dari perbedaan. Bagi pengantin baru, sikap sabar dan saling memaafkan sangat diperlukan dalam proses penyesuaian.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)
Kesabaran akan membantu pasangan melewati ujian rumah tangga dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih.
Registered
Hubungi Kami
info@wakafkita.com
+62 899 500 2000
© 2025. All rights reserved.
Kontak


